Senin, 15 Oktober 2007

Himamira`s news

KELUARGA BESAR
HIMPUNAN MAHASISWA BUMI RAFFLESIA
SUMATERA BARAT
MENGUCAPKAN
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
1 SYAWAL 1428H
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
" Dengan semangat idul fitri kita perkuat silaturrahmi untuk memajukan peradaban bangsa ! "
Atas nama,
HIMPUNAN MAHASISWA BUMI RAFFLESIA
SUMATERA BARAT
SEKRETARIS JENDRAL
RANGGA SAPUTRA

Minggu, 02 September 2007

Penerimaan anggota 2007 - 2008

Himpunan Mahasiswa Bumi Rafflesia membuka pendaftaran keanggotaan untuk tahun 2007 - 2008 yang diselenggarakan tanggal 7 - 30 September 2007. Pendaftaran dilakukan di posko pendaftaran yang akan dibuka di :
  1. Univ. Bung Hatta
  2. Univ. Andalas
  3. Univ. Negeri Padang
  4. Univ. Baiturrahmah

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi : 085274319898

Tertanda,

Deputi Hubungan Massa

S.U. Chirman

Kamis, 16 Agustus 2007


Keluarga Besar
Himpunan Mahasiswa Bumi Rafflesia
Sumatera Barat

mengucapkan

Dirgahayu Republik Indonesia ke 62
17 Agustus 2007

" Mari kita jadikan rasa nasionalisme sebagai modal dasar pembangunan peradaban bangsa. "

Tertanda

Presiden
Himpunan Mahasiswa Bumi Rafflesia
Sumatera Barat




Patriot Rieldo Perdana

Rabu, 25 Juli 2007

Berita duka.....


innalillahi wa inna illahi rojiun...


Himpunan Mahasiswa Bumi Rafflesia mengucapkan turut berduka cita atas berpulangnya mantan Gubernur Bengkulu masa bakti 1999 - 2004 Bapak Hasan Zen,SH,MM pada hari selasa 24 juki 2007 pukul 14.15 WIB. Semoga beliau mendapatkan tempat disini-Nya dan semoga keluarga yang ditinggalkan oleh beliau mendapatkan kekuatan dan ketabahan dari Allah SWT.

Jumat, 20 Juli 2007

Launching himamira in Bencoolen



Pada hari kamis tanggal 12 Juli 2007, Himamira Sumbar telah melakukan kunjungan silaturrahmi ke Graha Pena tempat harian Rakyat Bengkulu bermarkas. Adapun tujuan dari kunjungan tersebut ialah untuk memperkenalkan Himamira Sumbar kepada seluruh masyarakat Bengkulu. Silaturrahmi ini dilakukan oleh sebuah tim dari Himamira Sumbar yang diketuai langsung oleh Presiden Himamira Sumbar yaitu Patriot Rieldo Perdana dan beranggotakan : Wakil Presiden, Harrys Herman; Deputi bidang Kesejahteraan, Suci Sukmawati; dan Deputi bidang Minat dan Bakat, Dame Adiansyah Hutabarat. Menurut Patriot Rieldo Perdana, kunjungan ini dijadikan sebuah titik awal dari eksistensi Himamira Sumbar. " Kita berharap agar masyarakat Bengkulu mengetahui bahwa di Sumatera Barat telah terbentuk sebuah organisasi yang mewadahi mahasiswa - mahasiswa yang berasal dari Provinsi Bengkulu. " tuturnya. Ketika ditanyakan mengenai program kerja dari Himamira Sumbar, " Saat ini Himamira Sumbar tengah melakukan konsolidasi keanggotaan salah satunya yaitu manajemen keanggotaan. Alhamdulillah pada hari ini anggota kita telah bertambah dari 75 orang menjadi 100 orang. Tentunya, kita akan secepatnya menetapkan program - program kerja Himamira Sumbar khususnya program kerja yang kita prioritaskan ", lanjutnya.

Sabtu, 07 Juli 2007

Himamira news

SAMBUTAN
PRESIDEN HIMPUNAN MAHASISWA BUMI RAFFLESIA SUMATERA BARAT
MASA BAKTI 2007 – 2008


Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua

Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan YME karena sampai detik ini kita masih menikmati segarnya tegukan nafas kehidupan yang diberikan-Nya kepada kita sehingga dapat menjadi bekal kita dalam mempertahankan eksistensi perjuangan mahasiswa. Selanjutnya, tak lupa salam perjuangan bagi rekan – rekan mahasiswa Bengkulu yang berada baik di dalam maupun di luar provinsi Sumatera Barat

Himpunan Mahasiswa Bumi Rafflesia Sumatera Barat yang diresmikan pada tanggal 17 Juni 2007 merupakan sebuah refleksi kritis dari perjuangan mahasiswa Bengkulu yang berada di provinsi Sumatera Barat dalam memaknai pembangunan dan pemberdayaan daerah di era otonomi ini. Disamping itu, organisasi ini juga diprakarsai atas adanya kerinduan emosional antar sesama mahasiswa Bengkulu dalam menjalin sebuah kesatuan yang dilandaskan pada kebersamaan dan rasa kekeluargaan

Disamping itu, ide pokok dari pembentukan organisasi tersebut ialah untuk meningkatkan daya tawar mahasiswa Bengkulu yang ada di provinsi Sumatera Barat dengan cara penggalian potensi, minat, dan bakat yang dilakukan secara berkesinambungan. Hal ini tentu saja diharapkan nantinya dapat meningkat kualitas dan keahlian dari mahasiswa Bengkulu setelah meninggalkan bangku perkuliahan.

Untuk itu, tujuan Himpunan Mahasiswa Bumi Rafflesia Sumatera Barat diatas direfleksikan dalam karakter organisasi yang dimilikinya yaitu sebagai learning organization ( organisasi pembelajaran ). Melalui karakter itulah Himpunan Mahasiswa Bumi Rafflesia Sumatera Barat memposisikan dirinya sebagai pelopor kemahasiswaan / kepemudaan Bengkulu khusus daerah Sumatera Barat yang berorientasi untuk membentuk sebuah tatanan masyarakat yang madani.

Wassalamulaikum Wr. Wb
HIMPUNAN MAHASISWA BUMI RAFFLESIA
SUMATERA BARAT

PRESIDEN

dto

PATRIOT RIELDO PERDANA

Kamis, 28 Juni 2007

Himamira`s document

DEKLARASI
HIMPUNAN MAHASISWA BUMI RAFFLESIA
SUMATERA BARAT

Mahasiswa merupakan investasi bangsa karena dipundak mahasiswalah nantinya pembangunan akan dibebankan. Disamping itu, perjuangan mahasiswa tak jarang memberikan angin perubahan bagi perkembangan bangsa dan negara seperti gerakan reformasi kenegaraan pada tahun 1998 yang akhirnya memunculkan suatu konsep baru ketatanegaraan yaitu adanya pengakuan atas kedaulatan daerah atau yang lebih kita kenal dengan nama otonomi daerah.. Mahasiswa juga berperan serta dalam memberikan kontribusi pemikiran – pemikiran kritis dan idealis bagi pembangunan. Maka dari itu peran mahasiswa dalam pembangunan merupakan sebuah fenomena yang tak terbantahkan.

Dewasa ini, dengan bergulirnya otonomi daerah mahasiswa diharapkan mampu mengawal pelaksanaan otonomi daerah tersebut agar benar – benar terlaksana secara konsekuen. Hal ini merupakan tindak lanjut dari perjuangan mahasiswa tahun 1998 yang menginginkan adanya sebuah perbaikan dalam pembangunan bangsa dan negara. Maka untuk mengimplementasikan hal tersebut, mahasiswa memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam pembangunan di daerahnya.

Berdasarkan hasil permusyawaratan beberapa mahasiswa Bengkulu pada bulan Maret 2007 yang diprakrasai oleh mahasiswa Universitas Bung Hatta, lahirlah sebuah gagasan untuk menyelenggarakan sebuah pertemuan akbar mahasiswa Bengkulu dalam bentuk Kongres Mahasiswa Bengkulu di Sumatera Barat yang nantinya menjadi cikal bakal lahirnya sebuah organisasi Himpunan Mahasiswa Bumi Rafflesia di Sumatera Barat. Gagasan tersebut lahir karena adanya sebuah kesamaan pandangan maupun tujuan dari mahasiswa – mahasiswa Bengkulu tersebut untuk membentuk sebuah wadah kesatuan yang bersifat dari, oleh, dan untuk Bengkulu dengan mengedepankan nilai – nilai nasionalisme, kebersamaan, azaz kekeluargaan, serta demokratis

Maka dari itu, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa hari ini kami mahasiswa – mahasiswi Bengkulu di Sumatera Barat mendeklarasikan terbentuknya sebuah Himpunan Mahasiswa Bumi Rafflesia Sumatera Barat yang merupakan salah satu wujud perjuangan kami untuk membentuk tatanan masyarakat Bengkulu yang madani.

Deklarator
  1. Patriot Rieldo Perdana
  2. Roma Lestari H.
  3. Ferdienald
  4. Dame Adiyansyah H.
  5. Harrys Herman
  6. Suci Sukmawati
  7. Hengky Febri Juando

Sabtu, 23 Juni 2007

menuju manusia paripurna : sebuah perjuangan


" Secepat angin seanggun rimba belantara, menjarah bagaikan api, kokoh bagaikan gunung, layaknya menapaki jalan seorang pejuang paripurna. “


Landasan Pemikiran

Manusia sebagai makhluk yang memilih ( makhluk politik )

Manusia, menurut pribahasa Yunani, adalah zoon politicon yang berarti bahwa manusia adalah makhluk yang suka bergaul ( makhluk sosial ). Disamping itu manusia juga berperan sebagai makhluk politik yang ditandai dengan adanya penentuan atas pilihan – pilihan dalam menjalani hidupnya. Maka dari itu fungsi politik, sekecil apapun bentuknya, tidak dapat dipisahkan dari segenap aktivitas manusia.

Jika dihubungkan dengan pemikiran bahwa manusia sebagai makhluk sosial, hal ini dapat dilihat bahwa dalam kehidupan tak jarang manusia memiliki suatu keinginan ( cita – cita ) yang sama. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, maka manusia memainkan perannya sebagai makhluk yang memilih ( makhluk politik ) untuk menentukan bagaimana cara untuk merealisasikan keinginan tersebut. Hal ini dapat berupa penentuan strategi pencapaian, pengelompokan manusia yang berkepentingan sama, dan lain – lain.

Dengan demikian untuk memperkuat posisi manusia dalam pencapaian keinginannya, manusia memerlukan manusia lainnya. Hubungan antara satu dengan yang lainnya didasarkan pada adanya suatu kontrak bersama yang bersifat simbiosis mutualisma dimana masing - masing pihak saling bekerja sama untuk pencapaian tersebut serta diiringi dengan adanya kompensasi yang saling menguntungkan antara satu dengan yang lainnya.
Oleh karena itu, fungsi manusia sebagai makhluk sosial atau makhluk yang suka bergaul tersebut tidak dapat dipisahkan dari sepak terjang manusia yang secara naluriah merupakan sebagai makhluk politik.

Manusia adalah makhluk yang idealis

Secara umum idealis dapat digambar sebagai nilai – nilai yang dianggap benar ( ideal ) dan harus dipertahankan. Idealis mutlak merupakan sifat manusia sebagai makhluk yang istimewa di muka bumi ( khalifah ). Seiring dengan berkembangnya sebuah peradaban ( harkat kemanusiaan ), manusia tidak pernah terlepas dari fungsinya sebagai makhluk yang idealis. Nilai – nilai yang terkandung dalam idealisnya manusia bertujuan untuk memajukan manusia tersebut.

Aturan keseimbangan kehidupan menyiratkan bahwa dalam suatu kelebihan yang besar tentu saja selalu dibarengi dengan kelemahan yang besar pula. Hal itu juga terjadi pada manusia bahwa seberapa pun hebat dan istimewanya manusia, manusia tidak akan pernah terlepas dari kelalaian ataupun kesalahan – kesalahan baik yang bersifat sengaja maupun tidak sengaja. Dalam menanggapi hal itu, sisi idealis berperan penting dalam pencapaian kesempurnaan kehidupan dimana idealis berperan ganda baik sebagai sisi kontrol ( dihasilkan oleh pemikiran manusia untuk mengkritisi pemikiran manusia ) maupun sisi inovasi ( dihasilkan oleh pemikiran manusia untuk menutupi kelemahan manusia ) yang diharapkan mampu memberikan suatu perubahan ke arah yang lebih baik. Dan telah merupakan hukum alam bahwa manusia menginginkan suatu kemajuan atau perubahan – perubahan dalam kehidupan menuju ke arah yang lebih baik pula.

Manusia adalah makhluk yang kuat

Sekalipun dalam ukuran bahwa manusia bukanlah makhluk yang unggul, tetapi manusia tidak dapat diragukan kemampuannya. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan manusia untuk bertahan disaat yang tidak menyenangkan ( survive ), kemampuan manusia untuk beradaptasi dengan alam dan lingkungan sekitarnya, serta kemampuan manusia dalam memulihkan kembali jasmani dan rohaninya ( recovery ). Kekuatan tersebut yang menempatkan manusia sebagai makhluk yang istimewa.
Optimal atau tidaknya manusia sebagai makhluk yang kuat tersebut dilandaskan pada seberapa besar manusia memahami dirinya sendiri. Kekuatan sejati manusia bukanlah kekuatan yang berdasarkan pada fisik belaka, akan tetapi kekuatan tersebut terpancar dari jiwa manusia itu sendiri yang mungkin dapat disadari maupun tidak. Melalui kekuatan itulah manusia mampu menempatkan dirinya di posisi terdepan bahwa diantara sesama manusia sekalipun

Perjuangan seorang manusia

Melalui uraian diatas dapat dilihat bahwa manusia memiliki potensi yang begitu besar dalam mengarungi kehidupan. Potensi – potensi tersebut adalah alat yang digunakan oleh manusia untuk menghadapi halangan dan rintangan dalam hidupnya. Oleh karena itu, suatu perjuangan mutlak merupakan suatu kesatuan yang terpisahkan dalam hidup manusia.

Dalam menjalani hidupnya, manusia berperan penting dalam menentukan arahan yang harus dilaluinya melalui proses berpikir. Perjuangan merupakan salah satu bentuk tingkah laku manusia yang merupakan hasil dari proses berpikir tersebut. Perjuangan ini ialah perjuangan dalam artian yang sangat luas yang menaungi seluruh aktivitas hidup manusia. Mulai dari hal yang kecil, manusia memiliki keinginan untuk mengenal manusia lainnya ( berbicara dengan manusia lain ). Hal ini termasuk kedalam perjuangan manusia untuk menunjukkan eksistensinya sebagai makhluk sosial. Lalu untuk hal lainnya, manusia rela melakukan pengorbanan demi suatu tujuan ataupun tanggung jawab yang diembannya. Hal ini pun menunjukkan seberapa besar perjuangan memaknai kehidupan manusia.

Dalam sebuah perjuangan, tentunya manusia tidak dapat terlepas dari nilai – nilai kebenaran ( kesempurnaan ) sebagai wujud idealisnya seorang manusia serta potensi – potensi alami yang merupakan bawaan alami dari manusia tersebut. Peran serta masing – masing aspek tersebut menjadikan motor penentu dalam perjuangan seorang manusia. Akhirnya, melalui perjuangan itulah manusia dapat menunjukkan eksistensinya sebagai makhluk yang terdepan ( istimewa ).
Makna Hidup dan Perjuangan dalam Pencapaiannya

Seiring dengan seberapa dalam kita memaknai hidup, mungkin akan tersirat beberapa pertanyaan sebagai berikut :
Seberapa besar manusia memahami posisinya diantara manusia lainnya?
Seberapa besar kearifan dan kebijaksanaan manusia dalam memaknai kehidupannya?
Seberapa optimal manusia memahami dan mengelola kelebihan – kelebihannya?
Dan seberapa keras manusia meningkatkan taraf hidupnya?

Pertanyaan – pertanyaan diatas merupakan beberapa pertanyaan pokok yang sudah semestinya ditelaah oleh manusia. Kadang manusia seringkali terlena oleh egonya sebagai makhluk yang memiliki keunggulan akan tetapi tidak menyadari bahwa manusia juga memiliki kelemahan. Alih – alih memperbaiki kelemahan tersebut, manusia cenderung bersikap offensive terhadap segala sesuatu yang mengingatkannya atas kelemahan tersebut. Manusia lebih cenderung memilih untuk menutupi daripada memperbaikinya. Lalu dengan arogannya, manusia membuat suatu pembenaran diri yang justru secara tidak sadar malah merugikan dirinya sendiri. Untuk itulah diperlukan beberapa fase dalam menjawab pertanyaan – pertanyaan diatas.

Fase awal, dalam sebuah kehidupan, manusia perlu memahami secara keseluruhan dimanakah posisinya diantara manusia lainnya. Apakah manusia tersebut tergolong pada manusia – manusia unggulan ( manusia yang bersifat wajib ) atau manusia kelas kacangan. Pencapaian posisi tersebut haruslah melalui suatu proses yang cukup berat. Artinya, manusia memang tidak dapat berubah ( kualitasnya ) semudah membalikkan telapak tangan, akan tetapi manusia dapat berubah ( kualitasnya ) hanya jika manusia melalui suatu proses pembentukan sekalipun proses tersebut tidak memakan waktu yang lama. Disinilah perjuangan seorang manusia diuji ketahanannya. Manusia yang telah melalu perjuangan tentunya akan mendapatkan apa yang ia perjuangan sekalipun tidaklah secara keseluruhan. Dan melalui perjuangan itulah manusia dapat menentukan dimanakah ia akan memposisikan dirinya.
Fase kedua, lalu dalam kehidupannya, disamping penentuan posisi, manusia juga dituntut arif dan bijaksana dalam memaknai segala isyarat kehidupan. Kearifan dan kebijaksanaan manusia akan membentuk suatu identitas tersendiri bagi dirinya sendiri. Menjadi arif dan bijaksana adalah sebuah proses yang komplek.

Pada dasarnya dibutuh pengenalan yang intensif dari manusia terhadap dirinya sendiri. Berangkat dari itulah maka manusia dapat mengelola dirinya dan memunculkan sikap arif dan bijaksana yang bukan berarti rendah diri tetapi lebih mendekati pada kemampuan manusia bersikap dan bertindak pada hal yang ia anggap benar dan berasal dari hati nurani manusia itu sendiri. Lagi dan lagi dibutuh sebuah perjuangan ketika manusia akan berangkat menjadi arif dan bijaksana.

Fase ketiga, setelah manusia masuk pada tahap penggalian serta pengenalan pada dirinya sendiri, muncul sebuah keharusan bagi manusia tersebut untuk mengoptimalkan pemanfaatan kelebihan – kelebihan yang ia miliki. Pemanfaatan tersebut berakar pada dua kata kunci yaitu memahami dan mengelola. Memahami bermakna sejauh mana manusia mengenali dirinya sendiri. Sedangkan mengelola ialah upaya manusia mengerahkan seluruh potensi yang ia miliki untuk kemajuan dirinya sendiri.

Fase akhir ialah menentukan pilihan – pilihan dalam hidup. Pilihan tersebut ialah berdiam diri atau berjuang. Ketika manusia bersikap acuh tak acuh dan memilih untuk berdiam diri lalu menjalani hidup tanpa adanya sebuah keinginan untuk memperbaharui, maka manusia merupakan makhluk yang sia – sia. Manusia dituntut harus terus berinovasi untuk memperbaharui jasmani dan rohaninya sehingga manusia selalu tampil dalam bentuk yang aktual. Hal ini sangat berperan penting dalam kehidupan dimana manusia dituntut untuk saling berkompetisi antara satu dengan yang lainnya. Manusia yang akan menempati posisi sebagai makhluk yang unggul adalah manusia yang aktual. Oleh karena itu, untuk mencapai jalan tersebut mutlak diperlukan sebuah perjuangan dalam garis hidup manusia. Terlepas apakah perjuangan tersebut bersifat murni ( untuk kebaikan diri sendiri ) atau pun tidak ( untuk tujuan tertentu ), manusia harus melakukannya sebagai pilihan yang paling efektif.

Perjuangan dalam meningkatkan taraf kehidupan manusia tentulah tidak mudah. Berbagai macam halangan dan rintangan akan selalu menghadang dalam proses tersebut. Akan tetapi yang perlu dipahami oleh manusia ialah, halangan dan rintangan itulah yang akan mendewasakan manusia sehingga manusia siap sepenuhnya dalam menjalani hidupnya.

Winston Churcill dalam pidatonya pernah menegaskan prinsip yang wajib dipegang ketika perjuangan yaitu perjuangan membutuhkan “ cucuran keringat, tetes darah, dan air mata ( guts, bloods, and cries ). “ Inilah salah satu wujud pengorbanan yang harus dilakukan oleh manusia sebagai kesungguhannya dalam menapaki sebuah perjuangan. Dan tentunya, perjuangan yang baik adalah perjuangan yang dilandaskan pada sisi idealis manusia karena perjuangan yang bersifat keuntungan belaka bukan sebuah perjuangan sejati. Maka dari itu, idealis harus ditempatkan sebagai aspek yang merupakan fungsi sentral dalam sebuah perjuangan. Dengan demikian, perjuangan idealis adalah perjuangan abadi.

Perjuangan Belum Berakhir!

Untuk memaknai hidup ini, kita mesti berjuang. Dan untuk berjuang kita harus memiliki arahan atau pedoman yang jelas sehingga perjuangan kita dapat menjadi sebuah perjuangan yang sejati. Maka dari itu perjuangan ini dapat dilakukan dengan cara – cara sebagai berikut.

Menumbuhkan sikap ikhlas
Dalam perjuangan tentunya akhinya akan didapat hasil akhir dari perjuangan tersebut. Sekalipun yang mengendalikan perjuangan tersebut adalah manusia, akan tetapi yang mengatur segalanya adalah Yang Maha Kuasa. Untuk itu, sikap ikhlas perlu ditanamkan dalam setiap perjuangan, Ikhlas tersebut dalam artian bahwa setiap kemenangan dalam perjuangan adalah anugrah yang wajib disyukuri dan kekalahan dalam perjuangan adalah kemenangan yang tertunda. Sikap ikhlas juga dapat dikaitkan dalam hal pengorbanan – pengorbanan yang harus dilakukan untuk melakukan sebuah perjuangan. Untuk itu, sikap ikhlas merupakan syarat mutlak dalam sebuah perjuangan.

Eksplorasi potensi diri serta aktualisasi diri
Sebuah perjuangan tentunya harus diisi dengan sesuatu hal yang akan menjadi alat dalam perjuangan tersebut. Layaknya sebuah perperangan, perjuangan membutuhkan persediaan amunisi yang mumpuni sehingga dapat berguna untuk memenangkan perjuangan. Untuk itu, eksplorasi potensi merupakan sebuah alternatif yang tepat dalam mengumpulkan amunisi – amunisi tersebut. Pontensi yang dapat diibaratkan sebagai amunisi yang harus dibakar ( diasah ) lalu diledakkan ( ditampilkan ). Tindak lanjut dari hal tersebut ialah aktualisasi diri dalam pencapaian tujuan perjuangan. Aktualisasi diri bertujuan untuk menampilkan sisi – sisi positif dari dalam diri yang tentunya akan sangat berperan dalam perjuangan itu.

Pelatihan yang berkesinambungan
Seorang pejuang yang baik ialah seseorang yang memahami apa itu perjuangan. Untuk memahami perjuangan itulah seorang pejuang harus telah melewati penempaan yang berupa pelatihan. Pelatihan itu dapat berupa dari dirinya sendiri maupun orang lain. Pelatihan dari diri sendiri adalah seberapa besar seorang pejuang mempelajari rahasia – rahasia dalam kehidupan. Dalam kehidupan tersebut perlu diingat sebuah prinsip bahwa, hidup menghadirkan permasalahan terlebih dahulu barulah memberi pembelajaran. Maka dari kesalahan – kesalahan dalam menghadapi permasalahan itulah seorang pejuang dapat memetik pelajaran – pelajarannya. Disamping itu, seorang pejuang yang unggul ialah pejuang yang tidak berdiri sendiri. Layaknya seorang atlit, pejuang juga membutuhkan seorang pelatih profesional ( mentor ). Pelatuh ini telah mencicipi bagaimana proses perjuangan tersebut dan dapat memberikan arahan kepada pejuang berdasarkan pengalamannya.

Mempererat jalinan persaudaraan ( silaturrahmi )
Manusia tidak akan pernah terlepas dari statusnya sebagai makhluk sosial. Begitu juga ketika seseorang akan berjuang, maka ia akan membutuhkan manusia – manusia lainya apakah untuk mendukungnya atau menjadi salah satu bagian dalam perjuangannya. Seorang pejuang yang unggul dituntut dapat mengajak lingkungannya untuk ikut berjuang serta menyakini nilai – nilai yang ia perjuangkan. Demi menjalankan hal tersebut, seorang pejuang harus menginsyafi bahwa dirinya bukanlah apa – apa jika ia hanya bersifat sendiri dan pejuang harus menempatkan jalinan persaudaraan sebagai salah satu kendaraan dalam perjuangan. Jalinan persaudaraan tersebut dapat ditempuh dengan cara membangun komunikasi empatik antar sesama.

Memperkokoh benteng idealisme
Sebuah perjuangan sejati tidak terlepas dari keinginan untuk menuju kearah yang lebih baik. Maka dari itu, idealisme haruslah ditempatkan menjadi motor penggerak dalam sebuah perjuangan. Disamping itu, idealisme melalui bentengnya juga dapat merintangi rayuan – rayuan serta bujukan – bujukan yang akan merusak tujuan perjuangan. Memperkokoh benteng idealisme juga dapat menghindarkan si pejuang dari kebobrokan – kebobrokan karakter serta sifat – sifat buruk yang dimiliki oleh manusia.

Dengan cara – cara diatas, maka mudah – mudahan perjuangan yang akan dilakukan oleh manusia akan mendapatkan titik cerahnya serta akan membawakan manusia ke tingkatan yang lebih baik. Sebuah perjuangan, terlepas dari hasilnya, akan membawakan status manusia menjadi manusia paripurna yang merupakan manusia dengan derajat tertinggi diantara manusia – manusia yang ada. Dengan demikian, manusia akan dapat memaknai seluruh kehidupan yang ia jalani.

Semoga apa yang diuraikan diatas dapat memberikan manfaat bagi kita semua Akhirnya, semoga Tuhan YME selalu bersama kita.


“ Setetes darah di dalam perjuangan senilai dengan setitik kejayaan di masa depan! “

himamira in action



KERANGKA ACUAN ORGANISASI
( TERM OF REFERENCE )
HIMPUNAN MAHASISWA BUMI RAFFLESIA
SUMATERA BARAT

PENDAHULUAN


Sumatera Barat merupakan provinsi yang berbatasan langsung dengan provinsi Bengkulu. Disamping itu, Sumatera Barat juga memiliki kedekatan baik secara geografis, sosial, dan kultural dengan Bengkulu yang menyebabkan Sumatera Barat menjadi salah satu pilihan bagi lulusan – lulusan SMU/SMK dan sekolah setingkat untuk melanjutkan pendidikannya di jenjang yang lebih tinggi Fokus permasalahan yang sedang berkembang pada hari ini ialah tidak adanya wadah tersebut menyebabkan tidak tertampungnya kemampuan mahasiswa Bengkulu di bidang minat, bakat, dan penalaran secara keseluruhan. Permasalahan ini terus saja bergulir tanpa akhir sehingga mau tidak mau, hal tersebut akan berimbas pada kuantitas dan kualitas sumber daya manusia yang berasal dari Bengkulu ketika telah meninggalkan bangku pendidikan formal dan terjun ke kancah persaingan kerja.

Tingginya animo mahasiswa Bengkulu untuk membentuk sebuah ikatan mahasiswa Bengkulu di provinsi ini disebabkan oleh adanya sebuah kesatuan tekad bersama untuk berpartisipasi dalam rangka membangun daerah Bengkulu. Partisipasi ini diimplementasikan dalam hal mewakili daerah Bengkulu di provinsi Sumatera Barat atau lebih tepatnya menjadi duta provinsi dalam mempromosikan segenap aspek – aspek kedaerahan yang ada.

Tepat pada tanggal 16 Juni 2007, Himpunan Mahasiswa Bumi Rafflesia ( HIMAMIRA ) Sumatera Barat secara resmi telah dideklarasikan. Pendeklarasian tersebut berjalan bersamaan dengan Kongres I HIMAMIRA yang juga beragendakan pembahasan dan penetapan AD dan ART. Deklarasi tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa – mahasiswa Bengkulu yang mencerminkan keterwakilan dari universitas – universitas yang ada di Sumatera Barat. Hal ini tentu saja membawa sebuah angin segar bagi mahasiswa Bengkulu khususnya yang berada di Sumatera Barat. HIMAMIRA diharapkan mampu mengkonsolidasikan segenap potensi yang dimiliki oleh mahasiswa Bengkulu dalam upaya pencapaian kualitas SDM yang optimal serta memenuhi tuntutan yang berkembang saat ini. Maka dari itu, pembenahan fondasi organisasi merupakan tuntutan yang mutlak bagi HIMAMIRA mengingat organisasi ini baru saja dibentuk

LANDASAN HUKUM
Landasan hukum tentang penyelenggaraan organisasi ialah AD dan ART HIMAMIRA

BATASAN ORGANISASI
Organisasi Mahasiswa Daerah ialah organisasi yang mewadahi sekelompok mahasiswa yang berasal dari daerah yang sama yang berafiliasi pada suatu area tertentu
Organisasi Kepemudaan ialah organisasi yang bertujuan untuk pemberdayaan mutu dan kreatifitas pemuda
Organisasi Representatif ialah organisasi yang mewakili daerah dalam bidang tertentu
Organisasi Pengembangan Sumber Daya Manusia ialah organisasi yang bertujuan untuk mengeksplorasi potensi, minat, dan bakat dari Sumber Daya Manusia yang ada
Organisasi Pengembangan Daerah ialah organisasi yang ikut berpartisipasi dalam rangka pembangunan dan pengembangan daerah.

MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud
Maksud dari Kerangka Acuan ini ialah untuk mencari kesamaan pandangan serta kesepakatan mengenai penyelenggaraan HIMAMIRA yang bergerak di bidang kemahasiswaan / kepemudaan yang didasari pada pengalaman, keahlian, serta kemauan yang kuat

Tujuan
Tujuan penyelenggaraan organisasi ialah untuk ikut berperan serta dalam membangun dan mengembangkan daerah melalui bidang kepemudaan dengan rincian sebagai berikut :
· Mempelopori kegiatan kepemudaan provinsi Bengkulu di Sumatera Barat
· Mempromosikan nilai – nilai budaya Bengkulu di Sumatera Barat
· Berperan serta dalam upaya pengembangan kualitas mahasiswa Bengkulu sehingga siap untuk kembali membangun daerah ketika telah meninggalkan bangku perkuliahan
· Berperan serta dalam upaya pengembangan daerah dengan cara menyikapi kebijaksanaan pembangunan dan memberikan masukan – masukan yang konstruktif

MODAL DASAR
Modal dasar dari penyelenggaraan organisasi ialah adanya animo mahasiswa Bengkulu yang berada di Sumatera Barat untuk membentuk sebuah wadah himpunan mahasiswa provinsi Bengkulu

RUANG LINGKUP
Ruang lingkup penyelenggaraan organisasi pada umumnya ialah Sumatera Barat. Tetapi, mengingat belum optimalnya kinerja organisasi maka organisasi awalnya akan difokuskan dalam ruang lingkup kota Padang terlebih dahulu.

ANALISIS LINGKUNGAN
Faktor pendukung
Sub faktor internal
1. Pembentukan organisasi yang dipelopori oleh aktivis – aktivis mahasiswa yang telah berkiprah dalam kegiatan – kegiatan sosial / kepemudaan
2. Modal keahlian yang dimiliki oleh sebagian anggota yang aktif dibeberapa organisasi kemahasiswaan
Sub faktor eksternal
1. Pelaksanaan otonomi daerah yang menimbulkan tuntutan terhadap kualitas putra – putri yang berasal dari daerah
2. Adanya tuntutan keahlian yang cukup tinggi terhadap lulusan perguruan tinggi dimana hal tersebut tidak tersedia selama berada di bangku perkuliahan
3. Belum optimalnya eksistensi mahasiswa Bengkulu yang berada di Sumatera Barat
4. Belum adanya organisasi yang mampu mewadahi seluruh nilai – nilai yang berkembang pada mahasiswa Bengkulu yang berada di Sumatera Barat

FAKTOR PENGHAMBAT
Sub faktor internal
1. Ketersediaan waktu anggota yang di satu sisi juga berstatus mahasiswa
2. Minimnya referensi mengenai kepemudaan

Sub faktor eksternal
1. Belum adanya landasan hukum yang memperkuat pembentukan organisasi
2. Belum tersedianya sekretariat organisasi
3. Belum adanya dana dan fasilitas penunjang dalam menyelenggarakan organisasi

ASUMSI PEMECAHAN MASALAH ( INTERNAL DAN EKSTERNAL )
1. Pembagian serta pendelegasian tugas – tugas penyelenggaraan organisasi
2. Menjalin sebuah kerja sama dengan instansi – instansi seperti badan pemberdayaan masyarakat, dinas pendidikan, organisasi – organisasi mahasiswa daerah, dan lain – lain.
3. Mengajukan permohonan kepada Gubernur untuk dapat mengesahkan pembentukan organisasi beserta pengurusnya dalam sebuah keputusan Gubernur
4. Melakukan pendekatan kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam hal pengajuan sekretariat permanen
5. Meminta dukungan dana dari APBD sebagai salah satu bentuk dari program kepemudaan

TATA CARA PEMBENTUKAN ORGANISASI
Penetapan AD dan ART organisasi
Penetapan struktur penyelenggara organisasi
Penetapan program kerja organisasi
Pembuatan sistem manajemen organisasi dan sistem manajemen keuangan
MODAL
Modal organisasi terdiri dari dua yaitu modal internal ( modal awal yang dimiliki organisasi ) dan modal eksternal ( modal operasional ) dengan perincian sebagai berikut :
Modal Internal
1. Pengalaman dan keahlian di bidang kemahasiswaan dan kepemudaan
2. Referensi – referensi yang telah ada saat ini
Modal Eksternal
1. Bantuan Pemerintah Provinsi
2. Sponsor yang tidak mengikat

STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi terdiri dari struktur permanen dan struktur khusus. Adapun struktur permanen adalah :
Kongres yang merupakan permusyawaratan tertinggi anggota
Senat sebagai badan perwakilan anggota
Presiden sebagai pengambil kebijakan strategis
Kabinet sebagai badan penyelenggara organisasi
Distrik sebagai wilayah administratif terkecil keanggotaan

Sedangkan struktur khusus ialah struktur yang bersifat tambahan, Adapun struktur khusus adalah :
Penasehat sebagai badan konsultasi yang dapat dibentuk apabila kondisi memungkinkan
Badan – badan khusus sebagai badan yang dibentuk dengan tujuan tertentu berdasarkan ketentuan organisasi

TUGAS DAN FUNGSI
Kongres merupakan forum pemegang kedaulatan tertinggi di lingkungan organisasi yang memiliki tugas :
Membahas dan menetapkan AD dan ART
Menetapkan dan melantik Senat
Menetapkan dan melantik Presiden
Meminta laporan kinerja Senat
Meminta laporan pertanggung jawaban Presiden
Mengeluarkan resolusi dan rekomendasi organisasi
Senat berfungsi :
Menyerap, menampung, dan menyalurkan aspirasi anggota
Mengawasi kinerja Presiden
Mengesahkan Anggaran Keuangan Tahunan
Memberikan pertimbangan kepada Presiden
Presiden berfungsi :
Sebagai kepala penyelenggaraan organisasi
Sebagai pengambil kebijaksanaan strategis organisasi
Kabinet berfungsi :
Sebagai badan pelaksana harian organisasi dibawah Presiden
Sebagai pelaksana kebijaksanaan strategis organisasi
Distrik berfungsi :
Mengelola keanggotaan didalam distriknya
Mengajukan calon Presiden dan calon anggota Senat dari distriknya
Penasehat berfungsi sebagai pemberi masukan terhadap organisasi

STRATEGI
Tahap I ( 6 bulan )
Pemberdayaan fondasi organisasi dengan cara penyusunan target jangka pendek seperti :
1. Pengesahan organisasi secara yuridis
2. Penyusunan visi dan misi serta sasaran program baik yang sifatnya jangka pendek maupun jangka panjang
3. Pengadaan sekretariat yang berfungsi sebagai tempat operasional harian organisasi
4. Pengkaderan dan manajemen keanggotaan,
5. Kegiatan – kegiatan kecil ( diskusi dan pembinaan anggota )
6. Sosialisasi organisasi kepada masyarakat
7. Pengadaan keuangan operasional yang bersifat minimal
Tahap II ( 1 tahun )
Profesionalisasi organisasi dengan cara :
1. Pencapaian program kerja jangka panjang yang sesuai dengan tuntutan terkini
2. Aktif dalam setiap moment – moment kepemudaan
3. Pembinaan keanggotaan secara optimal
4. Pemberdayaan fasilitas – fasilitas penunjang organisasi
5. Pemberdayaan dana operasional organisasi
6. Manajemen keanggotaan yang lebih modern
7. Ikut serta dalam kerja sama antar organisasi mahasiswa / kepemudaan Bengkulu
PEMBIAYAAN
Unsur pembiayaan yang dibutuhkan dalam jangka pendek ( max 6 bulan ) terdiri dari :
1. Pengadaan sekretariat permanen
2. Pelaksanaan kegiatan – kegiatan yang berskala kecil

Untuk itu pembiayaan diharapkan dapat dikumpulkan melalui :
1. Iuran awal dan iuran tetap keanggotaan
2. Bantuan Pemerintah Daerah
3. Bantuan dari pihak – pihak lain yang tidak mengikat.


Created by Rhyo Arpeggio, 2007

himamira news!!!

UBH News - Puji syukur kepada Tuhan YME, tepat pada tanggal 16 Juni 2007 telah diselenggarakan Kongres I Himpunan Mahasiswa Bumi Rafflesia ( HIMAMIRA ) Sumatera Barat dengan agenda Deklarasi pembentukan organisasi dan diskusi mahasiswa Bengkulu. Himamira Sumatera Barat melingkupi Univ. Bung Hatta, UNAND, UNP, UNBRAH, dan sejumlah sekolah tinggi yang ada di sumatera barat. Kami meminta dukungan dan doa kepada rekan - rekan mahasiswa Bengkulu yang berada dimana saja. Mudah - mudah HIMAMIRA yang baru dibentuk ini mampu tetap eksist dalam memperjuangkan aspirasi mahasiswa Bengkulu. Kami juga mengundang partisipasi rekan - rekan mahasiswa Bengkulu yang ada di provinsi Sumatera Barat untuk bergabung bersama kami. Silahkan hubungi : Sekretariat HIMAMIRA : Jl. Bunda Raya No. 10 Komp. PGKP Ulak Karang Padang Sumatera Barat Telp : 07517859178 / 081377779229 Email : himamira_sumbar@yahoo.co.id